Tak Pernah Liburan Demi Punya Motor

Marquez Tak Pernah Liburan Demi Punya Motor

Marquez Tak Pernah Liburan Demi Punya Motor – Marc Marquez menyatakan keluarganya berjasa besar dalam keberhasilan dirinya menjadi pembalap terhebat di MotoGP saat ini.

“Ada banyak orang yang membantu saya, namun orang tua dan keluarga adalah kunci. Itulah tempat semuanya berasal. Mereka bekerja lembur, tidak memiliki liburan, menabung agar bisa memberikan saya motor.”

“Saya dituntut untuk menang. Orang-orang mengatakan saya hanya bisa menang bersama Honda. Jika saya tidak bisa menang dua balapan, mereka [Yamaha] akan memecat saya. Saya mengambil keputusan gila, layaknya Lewis Hamilton meninggalkan Mercedes dan bergabung dengan McLaren di F1,” ujar Rossi dikutip dari Marca.

“Orang-orang Honda mengira saya gila ketika menerima proyek Yamaha. Tapi, pada akhirnya saya menunjukkan kalau saya mampu menang bukan karena satu sepeda motor,” sambung Rossi.

Marquez sudah mengikat kontrak dengan Honda hingga MotoGP 2024. Hal itu membuat Marquez terus difavoritkan jadi penguasa MotoGP pada beberapa musim mendatang.

Untuk tahun ini, MotoGP belum dimulai lantaran pandemi corona. “Sampai saat ini pun saya selalu mendapatkan dukungan,” ujar Marquez, dikutip dari mediocto sahat adolf.

Pebalap veteran MotoGP Valentino Rossi menyindir Marc Marquez sekaligus mengaku hampir dipecat Yamaha pada MotoGP 2004.

Sindiran secara tidak langsung untuk Marquez diungkap Rossi sebuah program televisi Rai 1. The Doctor menyindir Marquez terkait keputusan terus memperkuat Repsol Honda.

Marquez menganggap perjuangan yang tak mudah itu turut membentuk dirinya sebagai pribadi yang kompetitif. Rasa kompetitif itu bahkan tak berubah meskipun Daftar Poker IDN Indonesia Marquez sudah memenangkan enam gelar MotoGP sejak masuk kelas premier di 2013.

Rossi menceritakan keputusan penting yang dibuatnya pada 2003

Rossi menceritakan keputusan penting yang dibuatnya pada 2003, ketika meninggalkan Repsol Honda dan bergabung dengan Yamaha mulai MotoGP 2004. Rossi bergabung Yamaha untuk membuktikan bisa menjadi juara dunia MotoGP bersama sepeda motor lain.

Menariknya Rossi mengaku sempat terancam dipecat Yamaha. Pasalnya dalam perjanjian awal Rossi harus meraih dua kemenangan di MotoGP 2004, jika tidak Yamaha akan memecatnya. Padahal sebelum kedatangan Rossi, Yamaha baru meraih dua kemenangan di MotoGP sejak 2002.

Marquez mengakui bahwa orang tuanya sangat mendukung kariernya di dunia balap motor sehingga banyak pengorbanan yang dilakukan oleh Marquez dan keluarganya.

“Seiring tahun berganti, semangat untuk tampil kompetitif tetap bersama saya. Hal itu karena hidup saya pun memang seperti sebuah kompetisi,” ucap Marquez.

Kesenangan terhadap kompetisi itu juga yang membuat Marquez tidak pernah mencoba menancapkan pengaruhnya dalam penentuan rekan setim.

Rossi langsung meraih sukses di musim pertama bersama Yamaha dan merebut gelar juara dunia MotoGP 2004 dengan torehan sembilan kemenangan. Ketika itu Rossi mengalahkan Sete Gibernau dalam perebutan gelar juara dunia.

Catatan itu membuat Rossi hingga kini masih satu-satunya pebalap yang mampu merebut gelar juara dunia MotoGP secara beruntun dengan dua tim berbeda.

“Kalian bisa melihat bahwa dalam perjalanan karier saya, saya tak pernah melakukan veto terhadap rekan setim karena hal itu berarti saya takut.”

“Saya memiliki rekan setim yaitu Pedrosa yang merupakan seorang juara yang hebat, Jorge Lorenzo, dan kini saudara saya [Alex Marquez],” kata Marquez.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *