Swalayan Giant Tutup

Swalayan Giant Tutup

Swalayan Giant Tutup – Swalayan Giant anak perusahaan dari PT Hero Supermarket Tbk akan menutup enam gerainya.

Pendiri dan CEO Bukalapak Ahmad Zaky menilai penutupan itu sebagai dampak transformasi bisnis. Menurutnya, hal itu tidak memengaruhi bisnis Bukalapak sebagai sebuah e-commerce.

“Enggak lah, sebenarnya kan kuncinya itu di efisiensi. Jangan ada dikotomi antara offline dan online. Kalau offline efisien saya pikir kompetitif ya jadi untuk melakukan efisiensi di offline, ya memang harus tutup toko,” kata Zaky di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Zaky menilai penutupan enam gerai Giant itu merupakan hal yang ‘wajar’. “Saya pikir wajar, justru kan e-commerce semakin tumbuh gila-gilaan. Saya pikir online [perusahaan rintisan e-commerce] akan tumbuh jauh lebih cepat dari offline,” tuturnya.

PT Hero Supermarket (Tbk) sebagai pemilik Giant belakangan terus menutup ritelnya di berbagai kota dengan dalih transformasi siasat bisnis.

Namun pengamat menilai peluang bisnis ritel makanan masih terbuka lebar karena daya beli masyarakat kelas menengah yang terus meninggi.

Swalayan Giant di kawasan Mampang, Jakarta, riuh rendah pada Rabu. Berbagai poster berwarna-warni bertuliskan diskon dipasang di halaman gerai.

Di dalam swalayan, ratusan pembeli terlihat mengelilingi etalase, sembari memperhatikan keterangan rabat yang ditempel di bawah produk.

Udara di dalam gerai Giant itu terasa pengap meski berpendingin udara. Antrean pembeli tampak mengular di sekitar meja kasir.

Konsumen kecewa

Informasi diskon menjelang penutupan enam gerai Giant mendorong para pembeli berdatangan ke swalayan itu. Salah satunya Tini, yang rela bermacet-macetan selama sekitar satu jam dari rumahnya di Condet, Jakarta Timur.

“Karena ada info diskon besar-besaran makanya datang ke sini. Saya jarang ke Giant, karena diskon saja datang. Sehari-hari ke minimarket yang dekat rumah,” kata Tini.

Namun ekspektasi diskon Tini tidak sesuai dengan fakta. Ia berharap Giant menjual barang dengan setengah harga. Nyatanya, sebagian besar potongan harga berkisar antara 5-20%.

Kekecewaan itu juga diutarakan Wati, warga Mampang. “Saya kira diskonnya sampai 50%. Saya mau cari mixer kue, tapi tidak ada,” tuturnya.

Pindah Unit atau Pesangon

Sementara itu, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menyatakan karyawan yang terdampak atas penutupan sejumlah gerai Giant dapat mengajukan diri ke manajemen untuk bekerja di unit bisnis perusahaan lain.

Direktur Hero Supermarket, Hadrianus Trikusumo mengatakan perusahaan telah mengkomunikasikan rencana penutupan beberapa gerai Giant kepada seluruh pegawai. Ia mengklaim manajemen memperlakukan karyawan dengan adil.

“Kami akan selalu memastikan bahwa perubahan dalam bisnis kami selalu mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di Republik Indonesia,” ucap Hadrianus.

Manajemen juga berkomitmen untuk memberikan peluang yang terbaik bagi staf Giant yang gerainya akan segera ditutup. Hanya saja, Hadrianus tak menjelaskan secara spesifik skema penawaran seperti apa yang ditawarkan perusahaan kepada karyawan.

Hadrianus menjelaskan kebijakan penutupan gerai diambil karena sedang melakukan transformasi bisnis hingga beberapa waktu ke depan. Namun, ia mengakui pengambilan keputusan itu sebenarnya tak mudah.

“Tetapi, perlu dilakukan guna merespons perilaku konsumen yang berubah dengan cepat,” ucap dia.

Salah satu staf di Giant Mitra 10 Cibubur yang enggan disebutkan namanya mengatakan karyawan diberikan dua pilihan oleh manajemen, yakni pensiun dini dan internal hiring (perekrutan internal). Ia memilih untuk pensiun dini karena tergiur uang pensiun yang dijanjikan pengelola gerai.

Di sisi lain, skema internal hiring dinilainya tak memberikan kepastian. Pasalnya, karyawan harus mengikuti tes seperti melamar pekerjaan di tempat baru lagi.

“Kalau internal hiring nanti dia dites lagi, jadi belum tentu diterima. Kalau tidak diterima, dites lagi, begitu terus. Kalau masih tidak diterima juga nanti ditanya sama manajemen mau ambil uang pesangon saja tidak, begitu,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan, PT Hero Supermarket Tbk memastikan bakal menutup enam gerai Giant pada 28 Juli mendatang. Penutupan toko dilakukan sebagai dampak dari transformasi bisnis yang dilakukan perseroan.

Enam gerai Giant yang akan ditutup adalah Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Sebelum penutupan enam gerai di Jakarta, Juni-Juli ini, Giant yang berinduk ke PT Hero Supermarket (Tbk) memiliki 125 swalayan. Januari lalu korporasi ini juga menutup 26 swalayan yang bermerek Hero.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis ke publik, PT Hero Supermarket (Tbk) mengalami kerugian setidaknya dalam dua tahun terakhir.

Tahun 2017, mereka rugi Rp191 miliar. Pada 2018, kerugian yang mereka derita membesar menjadi Rp1,25 triliun.

BBC News Indonesia telah berupaya mengkonfirmasi beragam hal ini kepada External Communication Manager Hero Supermarket (Tbk), Fia Arwinta, tapi sejauh ini belum mendapat jawaban.

Dalam keterangan tertulis sebelumnya, orang nomor satu perusahaan itu, Hadrianus Wahyu Trikusumo, menyebut penutupan enam gerai Giant di Jakarta merupakan strategi untuk menstabilkan bisnis.

“Kami sedang melakukan transformasi bisnis dan itu akan berdampak pada beberapa toko kami,” tulisnya, seperti dikutip media di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *