Suriname: Apakah terpidana pembunuhan akan kembali jadi presiden?

Suriname: Apakah terpidana pembunuhan akan kembali jadi presiden?

Suriname: Apakah terpidana pembunuhan akan kembali jadi presiden? – Rakyat Suriname akan memutuskan pada Senin ,waktu setempat apakah Dési Bouterse, dinyatakan bersalah atas pembunuhan dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, akan terus memimpin negara Amerika Selatan itu.

Para pemilih akan memberikan suara mereka untuk anggota Majelis Nasional, yang kemudian akan memilih presiden.

Bouterse menyampaikan dia yakin akan memenangkan posisi presiden untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Proses bandingnya mengenai vonis pengadilan itu akan dimulai pada bulan Juni.

Siapakah Desi Bouterse?

Dési Bouterse, 74, sudah lama mempengaruhi politik di Suriname.Dia pertama kali muncul di kancah politik saat memimpin 15 perwira militer pada 1980 untuk menggulingkan pemerintah Henck Arron, pemimpin pertama Suriname setelah merdeka dari Belanda.

Dalam perannya sebagai ketua Dewan Militer Nasional, ia merupakan pemimpin de facto Suriname sepanjang era 1980-an.

Tahun 1990 dia kembali mendukung kudeta militer yang melengserkan pemerintah.

Mengapa ia dinyatakan bersalah?

Pada Desember 1982, tentara menangkap, menyiksa, dan mengeksekusi 15 rival Bouterse.Bouterse mengatakan para korban, termasuk para pemimpin serikat buruh dan jurnalis, ditembak ketika mereka berusaha melarikan diri dari benteng era kolonial tempat mereka ditahan.

Pada tahun 2007, ia mengakui adanya “tanggung jawab politik” untuk apa yang kemudian dikenal sebagai “pembunuhan Desember” tetapi ia selalu membantah adanya tanggung jawab pribadi.

Persidangan dimulai pada tahun yang sama dan tiga hakim menyimpulkan 12 tahun kemudian, pada November 2019, bahwa Bouterse bersalah atas pembunuhan dan harus menjalani 20 tahun penjara.

Tetapi, tidak ada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan.

Hukuman pembunuhan bukan satu-satunya yang ia hadapi.

Pada 1999, pengadilan di Belanda menuduh Bouterse bersalah karena menyelundupkan lebih dari 450 kilogram kokain dan menghukumnya 11 tahun penjara, meski sidang itu tak dihadiri Bouterse.

Bouterse selalu membantah tuduhan penyelundupan narkoba.

Bagaimana dia kembali berkuasa?

Bouterse tidak pernah terhindar dari kekuasaan meski pada 1990-an dia belum menempati jabatan puncak.

Pada tahun 2000, ia memenangkan pemilihan demokratis pertamanya dan terpilih sebagai anggota Majelis Nasional.

Pada 2010, koalisi Kombinasi Mega yang dipimpinnya memenangkan mayoritas kursi di Majelis Nasional dan ia terpilih sebagai presiden.

Pada 2015, koalisinya memenangkan 26 dari 51 kursi dan dia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua.

Menjelang Pertemuan Majelis Nasional, dia meyakini partainya, Partai Demokrasi Nasional (NDP), akan memenangkan cukup kursi untuk menjamin dia terpilih lagi untuk masa jabatan ketiga kalinya secara berturut-turut.

Tetapi , jajak pendapat menunjukkan NDP bisa kalah terutama di ibukota, Paramaribo.

Apa proses selanjutnya?

Pengambilan suara ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat (Selasa, 05.00 WIB) dan sebagian dari hasil pemilu itu diharapkan dapat diketahui beberapa jam kemudian.

Apakah dia terpilih lagi sebagai presiden atau tidak, proses banding Bouterse mengenai vonis pembunuhannya akan dimulai pada bulan Juni, sehingga dia tidak mungkin dipenjara sebelum proses banding selesai.

Terlepas dari kasus itu, Bouterse, yang adalah keturunan campuran Amerindian, Afrika, Belanda, Prancis dan China, di masa lalu sudah berhasil melampaui garis-garis etnis yang mewarnai politik Suriname.

Pemerintah Bouterse, yang menarik pemilih miskin melalui pemberian bantuan, disebut sudah menghabiskan terlalu banyak uang, kondisi yang menurut para ekonom dapat mengakibatkan negara itu gagal membayar utangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *