Sejarah Agama Besar di Dunia

Sejarah Agama Besar di Dunia

Sejarah Agama Besar di Dunia – Memasuki abad ke-21, ketika dunia dinyatakan telah memasuki masa modern, banyak begawan ilmu sosial mulai dari Marx hingga Freud yang memperkirakan masa suram bagi agama. Rasionalitas akan menjadi ‘agama’ bari bagi manusia modern.

sejarah umat manusia dengan aneka ragam tindakan manusia yang terjadi pada masa lalu dengan sandaran doktrin agama, karena doktrin agama yang mampu membentuk kepribadian umat manusia. Maka dalam kenyataannya beragam pengalaman ajaran agama bagi pemeluknya sangat ditentukan oleh pemahaman keagamaannya.

Di samping bernilai normatif, sejarah agama-agama juga bernilai historik. Hal yang bersifat normatif dapat dipahami dengan kitab suci (manuskrip), sedangkan hal-hal yang bersifat historik merupakan pemahaman dan pengamalan ajaran agama sebagai pengamalan keagamaan umat manusia yang sifatnya beragam dan seragam.

Kehadiran manusia dan terbentuknya masyarakat mendahului kedatangan agama-agama yang dibawa oleh para nabi di bumi. Di satu sisi agama datang untuk menghapus dan mengganti sebagian budaya atau tradisi yang tidak sesuai, di sisi lain agama juga menjadikan sebagian budaya dan tradisi masyarakat menjadi bagian ajaran agama.

  • Hindu

Dari seluruh agama yang masih hidup mungkin agama Hindu yang tertua. Agama ini adalah sinkertisme yang dibentuk kompromi antara berbagai agama dan kebudayaan di anak benua India. Dua aliran agama yang bercampur dalam agama Hindu, yakni Dravida dan Indo-Aria.

Dalam ajaran Hindu, ada kebebasan yang mutlak dalam meyakini ketuhanan. Seorang Hindu dapat saja percaya terhadap setiap konsepsi ketuhanan, yakni dalam upaya meyakini atau menerimanya. Sebagian besar filsafat Hindu berkeyakinan bahwa Realitas Akhir atau Tuhan ada Esa, Dia tidak terhingga, abadi, tidak berubah, dan mutlak. Semua orang Hindu yakin tentang konsep Tuhan seperti itu (nirgunna Brahman).

  • Buddha
Agama Buddha adalah revolusi yang lain terhadap agama Brahmana, dan gerakan besar ini tidak dapat bercampur lagi dengan agama Hindu. Buddha bukanlah suatu agama yang berbeda, melainkan suatu sistem yang positif. Namun demikian, setelah suatu masa sukses dan popularitas yang luas, agama ini terasing dari tanah kelahirannya oleh agama Hindu yang dibangkitkan lagi.
Tetapi sebelum itu, agama Buddha telah tersebar ke berbagai negeri di luar India dan menjadi satu dari agama besar di dunia. Siddharta Gautama dilahirkan pada tahun 563 SM. di tanah Lumbini. Ayahnya, Suddhodana, seorang raja dari marga Sakya. Ibunya, Maya, meninggal dunia ketika dia berumur tujuh hari, dia dibesarkan oleh saudara perempuan ibunya, yakni Pajapati.
Siddharta merasa sebagai tawanan dalam istana serta taman-taman kemewahan yang didirikan ayahnya. Kemudian dia mengadakan perjalanan guna melihat dunia nyata. Dalam perjalanannya, dia melihat pertapa tua berkepala gundul dengan jubah kuning, dan pandangannya kepada pertapa tua itu mengilhami keinginan untuk mencari kedamaian hidup keagamaan, dan ketentraman serta mengenakan jubah pendeta.
China memiliki sejarah yang panjang dan mulia tiada tandingannya. Ketika sejarah mereka dimulai sekitar 2700 SM., watak, sifat, dan lembaga-lembaga di China telah mapan. Sekitar abad ke-VI SM. Tampak ada keadaan tanpa hukum yang besar pengaruhnya di China. Baik kehidupan politik, maupun keagamaan menjadi rusak dan merosot dari kemuliaannya yang semula.
  • Yahudi

Sejarah Bani Israil dimulai saat Abad Perunggu, di mana orang-orang Semit pindah dari peradaban yang menonjol di Lembah Efrata. Mengikuti hancurnya kota tua Ur, dan menetap di negeri perbukitan yang terpisah di Kanaan Tengah dan Kanaan Selatan di tepi Laut Tengah. Pemimpin dari keluarga ini adalah seorang laki-laki, Abraham, yang tegak berhadapan melawan agama purba serta berhala rakyat dan dengan mengikuti wahyu ilahi.

Karena keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan hidupnya yang saleh, Ibrahim dijanjikan bahwa keturunannya yang tulus akan menjadi sumber rahmat yang lestari bagi bangsa-bangsa di muka bumi ini. esucian agama meminta dalam arti negatif menolak semua penyembahan berhala, dan dalam arti positif dijalankannya suatu sistem dalam upacara yang dianggap bangsa Yahudi telah diwahyukan kepada mereka dari Tuhan.

  • Kristen

Pada saat Yesus dilahirkan, Palestina adalah bagian dari Kekaisaran Romawi. Senat Roma menunjuk Herodes sebagai Raja Palestina di bawah perwalian Romawi. Herodes secara lunak harus mempertahankan kepentingan Romawi di satu pihak, tetapi di sisi lain dia harus  mendapat popularitas di kalangan bangsa Yahudi, dan ini bukanlah tugas yang mudah.

“Pemerintahannya telah dibandingkan,” tulis Morton Scott Enslin, “dengan pemerintahan Sulaiman as. Kenyataannya ini jauh di bawahnya.

Golongan lainnya memandang lebih dari segi rohani dan percaya bahwa Almasih yang akan datang itu membimbing ke aray Tata Dunia Baru. Dalam situasi seperti inilah Isa Almasih dilahirkan dan kemudian menjadi utusan Tuhan, seperti yang mereka harapkan.

  • Islam

Di semua tempat pada waktu itu adalah agama dan kehidupan politik rakyat yang penuh kekerasan. Mereka siap menunggu adanya kejutan baru yang dapat memperbaiki harapan untuk masa depan yang lebih baik dan masyarakat yang tumbuh dengan perasaan moral yang manusiawi.

Ini adalah saat dalam rencana Ilahi untuk mengutus Nabi Dunia yang akan menghidupkan agama yang benar dari para nabi terdahulu. Dan membawa seluruh tas umat manusia ke dalam keyakinan universal serta satu persaudaraan. Nabi dari zamun baru ini adalah Muhammad Saw.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *