PT Garam Ekspansi ke Luar Negeri

PT Garam Ekspansi ke Luar Negeri

PT Garam Ekspansi ke Luar Negeri, – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong agar PT Garam (Persero) melakukan ekspansi ke luar negeri. Tujuannya, agar perusahaan itu bisa memproduksi garam untuk industri.

Erick menyatakan pihaknya sedang berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian agar PT Garam bisa diberikan kesempatan berinvestasi hingga ke luar negeri. Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut terkait proses pembicaraannya dengan dua kementerian tersebut.

Erick berpendapat investasi untuk memproduksi garam industri sebaiknya dilakukan di luar negeri. Pasalnya, garam industri sulit dikonversi di dalam negeri. poker deposit pulsa im3

“Jadi kalau di luar negeri itu (garam industri) sudah seperti di padang pasir. Jadi kalau pun ada impor itu kan sebenarnya barang kami juga,” kata Erick.

Di samping itu, Erick menambahkan pihaknya juga sedang mengkaji untuk membuat PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN menjadi tulang punggung bagi swasembada gula di Tanah Air. Hal ini khususnya untuk gula konsumsi.

“Sekarang kan Indonesia masih impor gula konsumsi, kami ingin coba bisa tidak dengan sinergi BUMN nantinya ada swasembada gula konsumsi,” kata Erick.

Lalu, Erick juga melihat potensi penilaian pasar atau investor. Pasalnya, pergantian direksi dan komisaris akan berpengaruh juga pada penilaian pasar.

Ia bilang ada 270 ribu hektare (ha) yang bisa digunakan untuk memproduksi gula konsumsi. Rencananya, satu hektare akan memproduksi tujuh ton gula konsumsi.

“Jadi nanti 270 ribu hektare dikalikan 7 ton. Itu nanti kami coba,” pungkas Erick.

Kemudian, ada penilaian internal dari Kementerian BUMN, Erick mengaku juga melakukan koordinasi dengan kementerian lain yang juga memiliki hubungan dengan perusahaan pelat merah yang dirombak. Sebagai contoh, perombakan BUMN karya akan melibatkan juga Kementerian PUPR.

Lalu, Erick berniat untuk menggabungkan BUMN di sektor pupuk, perkebunan, dan pertanian agar fokus bisnisnya tepat dan tak bertabrakan satu sama lain. Dengan penggabungan itu, ia berharap kinerja perusahaan semakin meningkat dan dampaknya positif untuk ekonomi nasional.

“Kami coba sinergikan pupuk, perkebunan, pertanian supaya benar-benar peta jalannya pas,” jelas dia.

Tak hanya itu, Erick kini sedang menyiapkan agar PT Garam (Persero) melakukan ekspansi ke luar negeri. Tujuannya, agar perusahaan itu bisa memproduksi garam untuk industri.

Erick menyatakan pihaknya sedang berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian agar PT Garam bisa diberikan kesempatan berinvestasi hingga ke luar negeri. Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut terkait proses pembicaraannya dengan dua kementerian tersebut.

Kemudian, pemerintah juga sedang mengkaji agar PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN menjadi tulang punggung bagi swasembada gula di Tanah Air. Hal ini khususnya untuk gula konsumsi.

“Sekarang kan Indonesia masih impor gula konsumsi, kami ingin coba bisa tidak dengan sinergi BUMN nantinya ada swasembada gula konsumsi,” kata Erick.

Ia bilang ada 270 ribu hektare (ha) yang bisa digunakan untuk memproduksi gula konsumsi. Rencananya, satu hektare akan memproduksi tujuh ton gula konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *