Donald Trump Gunakan Masker di Hadapan Publik

Donald Trump Gunakan Masker di Hadapan Publik

Donald Trump Gunakan Masker di Hadapan Publik – Donald Trump kembali dikritik karena tak memakai masker saat mengunjungi pabrik Ford. Tapi sebuah foto menunjukkan Presiden Amerika Serikat itu diam-diam pakai masker dan baru dilepas saat banyak orang.

Trump pada tengah pekan ini mengunjungi pabrik mobil Ford. Pada banyak berita yang muncul di media Amerika Serikat, Trump dikritik lantaran dia terlihat tak memakai masker saat berada di sana, termasuk ketika bertemu wartawan.

Namun sebuah foto yang dipublikasikan oleh NBC News berkata sebaliknya. Trump terlihat memakai masker berwarna gelap di tengah kunjungannya itu. Foto tersebut kabarnya diambil saat trump mendatangi ruangan-ruangan tertutup.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya menggunakan masker di hadapan publik ketika mengunjungi fasilitasi medis militer di luar Washington, Sabtu.

Peristiwa tersebut merupakan pemandanganyang tidak biasa. Sebab, sejak pertama kali pandemik terjadi di Amerika Serikat, Trump tidak pernah menunjukan kecemasan dan mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker di tempat publik atau keramaian.

Sementara saat berkunjung ke ruang terbuka dan meladeni pertanyaan wartawan, masker itu dia lepas.

“Saya tidak ingin memuaskan media dengan melihat saya memakainya (masker),” kata Trump sambil melambaikan masker di hadapan kamera televisi.

Trump dan mayoritas anggota timnya menolak anjuran otoritas kesehatan untuk memakai masker. Dia berdalih tak perlu memakai masker karena setiap hari dia menjalani tes COVID-19.

Trump menggunakan masker saat berkunjung ke pusat kesehatan militer Walter Reed

Kunjungan ke Pusat Kesehatan Militer Nasional Walter Reed menandai penampilan publik pertama Trump dengan penutup wajah sejak virus itu mulai menyebar ke seluruh Amerika Serikat sejak awal tahun ini.

Trump sebelumnya menolak untuk mengenakan masker di depan umum atau meminta orang Amerika lainnya untuk melakukannya. Ia menuturkan, hal itu adalah pilihan pribadi, meskipun dia mengatakan akan melakukannya jika dia berada di tengah orang banyak dan tidak dapat menjaga jarak dari yang lain.

“Saya pikir ketika Anda berada di rumah sakit, terutama dalam pengaturan khusus ketika Anda berbicara dengan banyak tentara, orang-orang yang dalam yang baru saja turun dari meja operasi, saya pikir itu hal yang wajar untuk memakai masker,” kata Trump dikutip dari Reuters, Minggu.

Di tempat itu, Trump menggunakan masker berwarna biru dongker dengan logo presiden berwarna emas. Dia berjalan diikuti oleh awak media sambil mengatakan terima kasih.

Trump dinilai tidak menunjukan kepemimpinan yang baik karena tidak taat protokol kesehatan

Para pejabat tinggi kesehatan masyarakat mendesak penggunaan masker untuk memperlambat penyebaran virus, yang pada hari Jumat telah merenggut hampir 134 ribu nyawa orang Amerika. Para kritikus mengatakan penolakan Trump untuk mengenakan masker menunjukkan kurangnya kepemimpinan dia dalam menangani pandemik COVID-19 di Amerika.

Bahkan ketika para pejabat lain dalam pemerintahannya menyerukan penggunaan masker dan jaga jarak, Trump, justru menekan negara lain untuk membuka kembali ekonomi yang saat ini masih ditutup.

Lonjakan kasus COVID-19 di Amerika bisa terjadi karena tidak ada pengawasan dari pemerintah

Dengan banyaknya negara yang melakukan pelonggaran pembatasan sosial, Kasus COVID-19 di Amerika naik lebih dari 69 ribu pada hari Jumat, sekaligus menjadi rekor harian ketiga berturut-turut.

Hingga Jumat, jumlah pasien yang telah terinfeksi mencapai 3 juta.

Juru bicara untuk calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan Trump telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengabaikan saran dari para ahli medis dan mempolitisasi mengenakan masker kepada masyarakat.

“Daripada mengambil tanggung jawab dan memimpin, dia menghabiskan empat bulan bahwa orang Amerika telah melakukan pengorbanan dengan memicu perpecahan dan secara aktif mencegah orang mengambil langkah yang sangat mendasar untuk saling melindungi,” kata juru bicara, Andrew Bates.