PSBL Keluar Masuk Zona Merah

PSBL Keluar Masuk Zona Merah

PSBL Keluar Masuk Zona Merah – Sejak Pemerintah Kota Tangerang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) tingkat RW pada Senin, warga tak bisa sembarangan keluar masuk wilayah yang masuk zona merah penyebaran virus corona.

Mereka yang hendak meninggalkan atau memasuki RW tempat tinggalnya wajib menyertakan surat pengantar keluar masuk (SPKM). “Bagi warga yang berada di PSBL-RW jika ingin bepergian wajib meminta surat pengantar keluar masuk kepada Ketua Gugus Tugas RW,” demikian dikutip dari salinan Peraturan Wali Kota Nomor 46 Tentang Penerapan PSBL-RW.

Setelah menunjukkan surat pengantar, gugus tugas akan melakukan analisa dan identifikasi apakah orang tersebut diperbolehkan untuk masuk-keluar wilayah RW zona merah. “Ini bagian dari peningkatan pengawasan,” ujarnya.

Aturan tersebut secara rinci tertuang dalam Bab V Pasal 11 Peraturan Wali Kota soal mekanisme keluar masuk PSBL-RW di Kota Tangerang. Kepala Bidang Humas Kota Tangerang, Buceu Gartina mengatakan, SPKM bisa didapatkan lewat Ketua RW setempat yang wilayahnya menerapkan PSBL-RW.

Dengan demikian warga yang tidak menyertakan SPKM tersebut, dilarang memasuki atau meninggalkan wilayahnya yang tengah menerapkan PSBL.  Dalam hal ini, Ketua RW juga harus membuat identifikasi dan kesepakatan dengan warganya yang melakukan aktifitas seperti bekerja untuk memudahkan pemantauan.

Perwal menyebutkan, penerapan PSBL-RW ditentukan berdasarkan tingkat penyebaran Covid-19 di kelurahan. Pemantauan itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Nantinya, RW yang dinyatakan sebagai zona merah Covid-19, akan dilaporkan ke pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan sebelum diterapkan PSBL.  “Kelurahan menetapkan lokasi pelaksanaan PSBL-RW dalam bentuk keputusan lurah,” demikian tertuang dalam pasal 6 bab II dalam Perwal.

Melalui konsep PSBL-RW ini, Sachrudin berharap penyebaran virus dapat ditekan, bahkan mulai dari skala lingkungan. Dia meminta gugus tugas covid-19 tingkat RW memaksimalkan lumbung pangan untuk warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dalam fase PSBL-RW, setiap RW nantinya akan dikategorikan ke dalam tiga zona, yaitu hijau, kuning dan merah. Dari total 1.014 RW yang ada di Kota Tangerang, sebanyak 22 RW masuk dalam kategori zona merah, 62 RW di zona kuning dan 930 RW dikategorikan zona hijau.(OL-5)

Diketahui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten secara resmi telah memperpanjang masa penerapan PSBB untuk wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan. Hal itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.165-Huk/2020 tentang penetapan perpanjangan tahap keempat PSBB Tangerang Raya dalam menghadapi Covid-19.

Sementara itu mengutip laporan resmi Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Banten jumlah kasus positif kini telah mencapai 1.172 orang atau bertambah 12 kasus dari hari sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, Tangerang Raya masih mendominasi sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni Kota Tangerang dengan total 443 kasus, Kota Tangsel dengan 357, dan Kabupaten Tangerang dengan 245 kasus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *