MUI Imbau Warga Kota Serang Tetap Salat Tarawih di Rumah

MUI Imbau Warga Kota Serang Tetap Salat Tarawih di Rumah

133025420160217 124558p - MUI Imbau Warga Kota Serang Tetap Salat Tarawih di Rumah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sana. Agar semuanya tetap melaksanakan ibadah salat tarawih di rumah saja saat bulan suci Ramadan. Hal itu sejalan dengan fatwa MUI pusat pada saat awal pandemik COVID-19. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi penularan virus corona terhadap jemaah meningkat dengan pesat.

Di lansir dari cipoline.info, “Hal itu masih berlaku sampai saat ini. Dan masih belum di cabut dengan kondisi yang seperti sekarang ini”, kata Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin saat di konfirmasi, Senin (5/4/2021).

1. Penambahan kasus baru COVID-19 masih meningkat

Terlebih lanjut di sampaikan oleh beliau, beberapa minggu terakhir ini penambahan kasus baru COVID-19 kembali meningkat dengan cukup pesat. Kemudian  selain dari pada itu hingga saat ini pemerintah masih terus memperpanjang pembatasan kegiatan seluruh masyrakat. Seperti yang di lakukan hingga saat ini yaitu penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Di kutip dari coco-chanel.com.de/, “Situasi saat ini dapat menjadi satu masukan. Bahwa hingga saat ini pandemik COVID-19 belum bisa di sebut pada posisi normal. Oleh karena itu semua harus beradaptasi dengan situasi itu dan fatwa MUI tetap berlaku,” lanjutnya.

2. Bisa tarawih di masjid, asal…

Kendati demikian, MUI memperbolehkan masyarakat melaksanakan ibadah tarawih jemaah di masjid. Akan tetapi hal ini hanya berlaku bagi wilayah yang berada di zona hijau. Namun hal tersebut tetap harus di imbangi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, tetap menjaga jarak menyediakan tempat cuci tangan dan mengukur suhu tubuh.

“Bagi masyarakat yang khawatir akan membawa atau menerima virus karena memiliki gejala yang mengarah pada COVID-19, maka dilarang salat tarawih ke masjid,” katanya.

3. Kuota vaksin masih terbatas

Dia berharap masyarakat mengerti dengan kondisi ini, terlebih, vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat masih terbatas dan baru menyasar kelompok-kelompok masyarakat tertentu karena kuota vaksin masih terbatas.

“Kita akan keluarkan (aturan) tertulisnya, kita akan rapat. Kita akan sampaikan ke Pemkot (Serang) juga,” katanya.