Food Estate Kalteng Mulai Digarap

Food Estate Kalteng Mulai Digarap

Food Estate Kalteng Mulai Digarap, – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan mendesain ulang atau redesain jaringan irigasi lahan Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Tahun ini Kementerian PUPR akan mendesain ulang atau redesain jaringan irigasi pada lahan untuk Food Estate Kalimantan Tengah seluas 165.000 hektar”. Ujar Menteri Basuki dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dikutip dari Antara, Rabu.

Pemerintah kini mulai fokus mengembangkan program food estate di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ada dua lokasi pengembangan food estate.

Pertama, untuk tanaman padi dengan leading sektor Kementerian Pertanian yang berada di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (ha). Pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG). Kedua, untuk tanaman singkong dengan leading sektor Kementerian Pertahanan seluas 60.000 hektare.

Namun menurut Menteri PUPR yang melansir dari http://rebekahdeecams.com/, hal itu telah diputuskan oleh bapak Presiden Joko Widodo. Tadinya ada tiga lokasi alternatif yakni Sumatera Selatan, Merauke dan Kalimantan Tengah.

Diputuskan untuk dipilih di Kalimantan Tengah yakni di lokasi bekas lahan gambut, tapi yang ini tidak ada gambutnya melainkan kawasan aluvial. Lahan untuk Food Estate ini di bagian pinggiran Sungai Barito seluas 165.000 hektar yang merupakan kawasan eks-pengembangan lahan gambut.

Langkah awal pengembangan tanaman padi

Sebagai tahap awal akan mulai dikerjakan food estate untuk tanaman padi seluas seluas 32.000 hektare pada Oktober 2020. Yang terdiri dari 30.000 hektare di kawasan dengan kondisi sawah dan irigasi baik. Serta 2.000 hektare di Kecamatan Dadahup.

Untuk tanaman padi ini dimulai dengan perbaikan saluran irigasi dan perbaikan jalan-jalan masuk menuju kawasan food estate pada Oktober 2020. Sisanya 133.000 hektare akan dilanjutkan pada 2021.

“Sehingga akhir tahun 2021 kawasan estate padi seluas 165.000 selesai dikerjakan fisik semua dan mulai tanam full pada 2021,” kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Kunci pengembangan food estate adalah ketersediaan air

Menurut Basuki, ketersediaan air menjadi kunci utama program pengembangan pusat tanaman pangan di Kalteng. Kementerian PUPR mendukung tata air untuk pengembangan food estate melalui rehabilitasi dan peningkatan saluran dan jaringan irigasi, baik mulai irigasi primer, sekunder, tersier maupun kuarternya.

“Awal Oktober 2020 surat perintah kerja ditargetkan bisa terbit bagi para pemenang lelang, sehingga kami bisa sesuaikan antara pekerjaan irigasi dan olah tanah dengan harapan pada Oktober-Maret sudah bisa mulai tanam,” katanya.

Persiapan sumber daya manusia

Selain infrastruktur, dalam pengembangan program food estate juga tengah disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibawah koordinasi Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN. Wamen BUMN Budi Gunadi mengatakan akan merekrut penduduk lokal dengan rentang usia 28-35 tahun.

“Untuk persiapan SDM akan ada program komponen cadangan. Kami akan merekrut secara sukarela masyarakat. Kemudian ikut program komponen cadangan dengan dilatih bagaimana cara bertani dalam waktu kurang lebih 4 bulan,” kata Budi.

Untuk diketahui, dalam menjalankan program ini. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersinergi bersama Kementerian Pertanian (Kementan). Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian BUMN, dan Kantor Staf Presiden (KSP).