Batik Air Kena Tegur Akibat Langgar Protokol Kesehatan

Batik Air Kena Tegur Akibat Langgar Protokol Kesehatan

Batik Air Kena Tegur Akibat Langgar Protokol Kesehatan, – Maskapai Batik Air kembali melanggar protokol kesehatan pada era kebiasaan baru ini. Atas hal tersebut mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi V Athari Gauthi Ardi mengatakan. Batik Air tidak mentaati aturan jaga jarak sehingga membahayakan keselamatan pengguna.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, akan menegur Lion Air Group lantaran maskapainya, Batik Air. Melanggar protokol kesehatan yang pemerintah tetapkan. Dalam hal ini, jumlah maksimum kapasitas penumpang pesawat tidak sesuai aturan. Menurut beliau, kejadian ini sering terjadi berkali-kali.

“Batik (Air) nanti akan kita tegur, karena memang kadang-kadang saat tengah COVID-19 orang suka khilaf. Cuman ini, khilafnya terus-terusan lagi, sekali lagi ini kita akan tegur,” kata beliau saat rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Senin.

Athari menekankan pada era kebiasaan baru ini pihak maskapai harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Sehingga faktor keselamatan tidak acuhkan dalam masa pemulihan ekonomi ini.

“Kami tahu pemulihan ekonomi penting. Tetapi jangan sampai rakyat kami yang menerima akibatnya,” ujarnya.

“Apalagi protokol yang sudah berjalan bagus. Namun pelaksanaan yang masih perlu diperhatikan lagi,” imbuhnya.

Menyikapi hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, akan memberikan teguran ke maskapai Batik Air. Terlebih pelanggaran yang penyebabnya oleh maskapai anak perusahaan Lion Group tersebut terjadi berulang kali.

“Batik akan kita tegur, kadang-kadang pada tengah Covid-19 ini orang khilaf. Cuma ini, khilafnya terus-terusan,” jelas dia.

Pelanggaran protokol kesehatan bermula dari laporan anggota DPR

Laporan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Batik Air, bermula dari laporan anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Athari Gauthi Ardi. Dia menyebut, maskapai di bawah naungan Lion Group itu tak mematuhi ketentuan batas kapasitas penumpang pesawat sebanyak 70 persen.

“Anggota kami naik pesawat Batik Air dari Jakarta ke Makassar, yang harusnya kapasitasnya 70 persen, tapi diisi 100 persen. Jadi enggak diterapkan physical distancing sama sekali,” kata Athari.

Lion Air tak pungkiri terjadi pelanggaran protokol kesehatan

Dihubungi terpisah, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro tak memungkiri bahwa dalam penerbangan tertentu, tingkat keterisian penumpang melebihi batas yang telah ditetapkan. Namun demikian, dia menegaskan, penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan.

“Saya menyampaikan, bahwa dalam penerbangan tertentu kemungkinan jumlah tingkat keterisian penumpang (seat load factor) dapat terjadi melebihi dari batasan kapasitas angkut penumpang yang ditetapkan,” ujar Danang kepada http://hoke-raeford.com/.

“Terkait dengan kapasitas angkut penumpang pesawat udara Batik Air yang diberikan batasan dalam jumlah yang diangkut, maka penumpang tertentu akan ada duduk berdampingan (bersebelahan dan tidak ada jarak),” tambah dia.